Wednesday, December 9, 2009

You broke my heart into p-i-e-c-e-s

Image and video hosting by TinyPic

Tuhan, aku berjalan menyusuri malam setelah patah hatiku
Aku berdoa semoga saja ini terbaik untuknya
Dia bilang, "Kau harus bisa seperti aku, yang sudah biarlah sudah"
Mudah saja bagimu, mudah saja untukmu
Andai saja, cintamu seperti cintaku

Selang waktu berjalan, kau kembali datang tanyakan keadaanku
Ku bilang, "Kau tak berhak tanyakan hidupku, membuatku semakin terluka"
Mudah saja bagimu, mudah saja untukmu
Coba saja, lukamu seperti lukaku
(Mudah Saja - Sheila On 7) -----> 94OoooL kan lagunya? Tapi liriknya bagus. Gue suka.

Tuesday, December 8, 2009

Death

if i died tonight, how many people would care? how many people would know? how many people would moan and wish they had me back? how many people would regret being assholes? how many people would wish they loved me more? how many people would wish they loved me less?

Re-post from: Kak Prili's tumblr.

Monday, December 7, 2009

God

Kamu diuji dengan banyak perubahan,
janji yang tertunda,
masalah-masalah yang mustahil,
doa yang tidak terjawab,
kritik yang tidak layak kamu terima,
dan bahkan tragedi yang tak masuk akal.

Tuhan menguji imanmu dari masalah,
menguji pengharapanmu dengan bagaimana kamu menangani harta milik,
dan menguji kasihmu melalui orang lain.

Sunday, December 6, 2009

Re-post from Feny

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...
Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
"Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja....
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya.
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia....
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa....
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...
Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. . Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu.....
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya....

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik....
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik.... Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
Papa telah menyelesaikan tugasnya....

Source: http://kask.us/2799887
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ya, sebenernya udah lama ini happening banget di twitter, sampe di sekolahan.
Temen-temen gue yang cewek pada nangis semua baca beginian.
Termasuk gue & kakak gue yang baca berduaan dikamar.

Bokap gue... tipe orang yang keras, (over) protective, disiplin.
Sering gue ngerasa kok bokap gue marah-marah mulu kerjaannya.
Gue begini gak boleh.
Gue begitu gak boleh.
Tapi semenjak baca tulisan di atas.

I know, He loves me. He cares.

Sempet gue ngerasa iri sama Papanya Aryl.
Jadi gini, waktu Aryl sakit, Papanya Aryl nge-sms Aryl "blablablabla... Papa sayang Aryl".
Gue baca di hapenya Aryl kayak gitu.
Terus gue bilang ke Aryl, gue juga mau kalo bokap gue ngomong begitu.
Eh tapi kata si Aryl "ih tapi eke juga jijik dia ngmg bgitu".
Iya sih, kalo cowok mungkin agak aneh ya hahaha -_-

Goblok banget gue sempet mikir "ih kok bokap gue gak pernah ngomong sayang sih sama gue? jahat banget".
Emang gue tipe anak yang brengsek banget kali ya, gak ada bersyukur-bersyukurnya banget.
Harusnya gue tau, tanpa bokap gue ngomong sayang juga, udah pasti dia sayang lah sama gue anaknya yang cantik jelita ini ngahahaha u,u

Terus baru-baru aja minggu lalu, gue gak mau sekolah.
Gue gak mau sekolah dengan alasan gue mimpi @!$%#&%^$#@%^$%&^*.
Ya pokoknya intinya gue mimpi serem.
Terus bokap gue marah-marah, katanya "Kayaknya ada yang gak bener nih sama si Ena".

Oke, kalo mau ngomong, gue pengen ngomong begini.
"Ayah, ena minta maaf kalo selama kelas 11 selalu bikin kecewa. Belajar gak pernah bener. Makan gak pernah teratur. Ngelukain diri sendiri. Maaf. I know everything that I did were just broke your heart. Tapi ayah pernah denger gak yang namanya 'patah hati'? Ya, your lovely daughter was broken heart. Maaf ayah, maaf...".

Pengen ngomong begitu tapi ngeri gua hahahaha.
Terus, malem-malemnya, gue panik gara-gara belom ngerjain tugas seni rupa.
Gue mau sms bokap gue, mau nitip lem fox di indomaret/ceria mart.
Tapi gue takut gara-gara inget pagi-paginya kan bokap gue murka banget gue gak mau sekolah.
Karena kepepet, gue sms bokap gue.
Sms bokap aja berasa sms gebetan gitu, deg-deg-an.
Terus pas udah delivered..... DIBALES LOH. hahaha
Lebay iya gua lebay ya seneng banget, dibalesnya cuma 3 huruf. "iya" -_-
Bodo ah yang penting dibales kan.
Terus gue tungguin dari jam 7 malem, bokap gue nyampe rumah jam 9 malem.
Terus... malah dibeliin lem UHU.
Terus gue bilang "Aduh kayaknya harus lem fox deh".
Bokap, "Oh yaudah, nanti ayah beliin di Nababan (warung deket rumah), kalo gak ada di nababan nanti ayah ke Giant".
Wadezig.
Giant Cimanggis sama rumah gue itu ya lumayan jauh.
Terus nyokap gue bilang kan "Yaudah kamu makan aja dulu baru pergi".
Bokap, "Nanti aja lah makannya, beliin lem buat si Ena dulu nih ya".
Terus gue cengo aja, gue diem saking ngerasa brengsek bener anak kayak gue ini ya.
Bokap gue pergi. Jam 9 malem. Gila gak sih baiknya keterlaluan banget.
Terus gak lama pulang, untung di Nababan ada. Kalo sampe beneran beli ke Giant mungkin gue ngerasa semakin brengsek.

Sekarang gue jadi kapok punya pacar.
Kapok percaya sama janji-janji yang nantinya cuma jadi sampah busuk doang.
Masalahnya, gue kalo patah hati tuh bikin repot semua orang.
Sebisa mungkin sih di rumah gue gak nunjukkin kalo gue patah hati.
Udah cukup ya kejadian tahun 2008 itu yang terakhir kali aja gue bikin orang tua gue panik.
Dan kali ini, terakhir kalinya gue ngecewain orang tua gue dengan nilai yang ancur-ancur.

Terus, tolong dong, buat semua yang lagi baca postingan gue yang ini.
Tolong doain supaya bokap nggak sakit-sakitan terus.
Kalo mau ditanya "Emang bokap lo sakit apaan na?".
Stroke, diabetes, darah tinggi.
Gak tega gue juga nulisnya, tapi ya emang begitu keadaannya.
Minta doanya aja ya semua.

Ohya,
Dulu, waktu gue masih SMP, gue sering nyuruh bokap gue sholat di masjid.
Soalnya kata guru agama gue, laki-laki itu wajib sholat di masjid.
Tapi bokap gue nggak percaya, katanya sholat di rumah juga gapapa -,-
Sekarang?
Bokap gue setiap adzan selalu ke masjid. Selalu sholat di masjid padahal gue gak nyuruh :3
Bokap gue juga udah lumayan lancar baca Al-Qur'an loh wiwiwiwi hebat!


Your little daughter is proud of you, Asep Djuanda ♥

Image and video hosting by TinyPic

LO GAK BOLEH MATI DULUAN SEBELUM GUE MATI, NGERTI SEP? hahahaha

Kalo Tuhan ngambil bokap gue sebelum gue, gue marah ah u__u

Friday, December 4, 2009

'someday I'll understand' (my previous post), and I'm understanding now

"Kini ku akui hatiku tak bisa milikki dirimu. Pernah ku paksakan, walau tak sejalan, meski ku tahu ku salah. Dan ku coba melupakanmu, karna ku tahu kau bukan milikku. Dan ku berhenti berharap akan cintamu yang dulu ada dihati, dan ku coba tuk bertahan walau berat, kini ku berhenti berharap". (Berhenti Berharap - Marcell)

Udah 2 minggu lebih mungkin gue nangis, pikiran kosong, gak mau makan, dan segala macemnya.
Bahkan sampe gue ngelakuin hal-hal yang... gak jauh beda sama bunuh diri.
Bagusnya dikit, gue gak mati.

Penyesalan emang datengnya selalu belakangan.
Gue nyesel gue pernah begini, gue nyesel gue bersikap begitu.
It's very very very very USELESS.

Banyak banget pelajaran yang bisa gue ambil saat ini.
Terutama tentang ikhlas.

Ikhlas, ilmu yang gak bisa dipelajarin.
Ikhlas itu ilmu yang beribu-ribu kali lipet lebih susah daripada pelajaran Fisika.

Ada saatnya, yang gue mau, gak bisa gue milikkin.
Ada saatnya, gue harus ngelepasin sesuatu yang seharusnya emang bukan punya gue lagi.

Jujur aja, mungkin gue masih belom ikhlas kalo ngeliat Aryl sama cewek lain.
Tapi seiring berjalannya waktu (ceilah), gue HARUS ikhlas.
HARUS mau nerima kenyataan, sepahit apapun itu.
Nggak akan ada TAMPARAN, nggak akan gue nyakitin siapapun nanti.

Yeah, I know you will be a star in somebody else's sky :'(

Cukuplah Aryl jadi orang terakhir yang gue sakitin.
No one else will be hurted.

Kalo ada yang ngeliat gue, gue lemes, gue gak sebringas biasanya, terus nanya "Na, lo knapa? Pasti gara-gara Aryl deh".

Nol besar, lo salah. Gue begini, gara-gara gue sendiri.
Dan tolong buat siapapun yang sampe sekarang mikir Aryl itu suka mainin cewek, stop thinking like that.
Aryl bukan cowok kayak gitu, dia udah berubah.
Dia bener-bener udah berubah, dan buat cewek yang katanya sih ngerasa pernah dinangisin sama Aryl.
Gue udah sms lo kan ya, Aryl emang gak pernah suka sama lo, itu aja.
Dan tolong lo gak usah ngomong ke orang buat iba sama lo, lo tau gak dampaknya?
Dampak buat Aryl kalo lo ngomong kayak gitu tuh pasti orang-orang mikirnya Aryl yang begini yang begitu.
Normal aja kok kalo lo temen sekelasnya terus lo sms-an sama dia, gak ada yang perlu lo besar-besarin.
Oke skip, itu masalah lama, semoga orangnya juga udah sadar diri ya. Amin.

Don't let someone become your everything, because when he is gone, you have nothing.
Inilah kesalahan terbesar gue, gue selalu beranggapan 'Aryl is my everything'.
Tapi salah juga kalo gue mikir gue gak punya siapa-siapa, gue masih punya banyak orang yang peduli sama gue.
Bersyukur.

'buka mata, hati, telinga, sesungguhnya masih ada yang lebih penting dari sekedar kata cinta'.
Masih ada orang tua yang harus dibikin bangga sama prestasi gue.

It's my own fault, i should have ended this since two weeks ago, when you told me goodbye.
It's my own fault for bringing it up to the surface, it's my own fault for not.. forget.
And i'm not crying, i'm not, let pass it out with smile, you smile.
Love is about letting go,
And there's still many other ways for me to love you...
At least through the eyes of the fly on the wall, i know you're doing fine out there...
(commawithoutdot)

Bye....
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Everything is alright in the end. If it's not alright, then it's not the end.
Ya, it's not the end of the world.
Life keeps on turning even if I become a single girl.
Face the truth.
Even life gives me a hundreds reason to cry. Show life that I have a thousand reason to smile :)

May just a fake smile, but it's better than the tears...

Makasih banyak Aryl yang selalu peduli, yang gak pernah berhenti ngasih perhatiannya, yang selalu ngingetin tapi gak pernah didengerin.
Aku sayang kamu, Aryl Sherdy Ratag.

I don't stop loving you, I just simply learn to live without you.
Thanks Aryl, You remind me that I am someone.

Thursday, December 3, 2009

He... is... really... gone...

Have you ever felt some kind of emptiness inside?
You will never measure up to those people
You must be strong, can't show them that you're weak
Have you ever told someone something that's far from the truth?
Let them know that you're okay
Just to make them stop
All the wondering, and questions they may have

I'm okay, I really am now
Just needed some time, to figure things out
Not telling lies, I'll be honest with you
Still we don't know what's yet to come

Have you ever seen your face in a mirror there's a smile?
But inside you're just a mess,
You feel far from good
Need to hide, 'cos they'd never understand
Have you ever had this wish of being somewhere else
To let go of your disguise, all your worries too?
And from that moment, then you see things clear...

--------------------------------------------------------------------------------------
I've just woken up & realized...
This is not just a nightmare.
This is fact. He is not mine anymore.

I feel empty and alone.
I wish this was a bad dream I could wake up from.

I was heartbroken (and still I am).

If your heart could feel, let it feel this.
Let it feel meaningless words and glass shattered hearts and tears that burn.
Let it feel the pain of loving someone and not being able to touch them.
Let it feel the spirit aching, aching for a love it cannot obtain.
Let it feel.

Setiap tempat yang biasanya gue lewatin bareng Aryl, setiap lagu yang biasanya gue dengerin waktu gue kangen sama Aryl, setiap gue ngeliat gallery hape gue banyak foto Aryl, setiap kata-kata yang biasanya Aryl ucapin, setiap baca sms-sms dari Aryl, setiap ngeliat buku diary gue yang isinya banyak tentang Aryl, setiap ngeliat tulisan 'anica', setiap ngeliat barang-barang yang pernah Aryl kasih ke gue, setiap gue buka facebook, twitter, blog gue yang lama, yang kebanyakan tentang Aryl, setiap gue buka buku tulis gue di halaman paling belakang banyak tulisan "enamaya loves arylpiterpen", setiap gue ngeliat foto pas java rocking land, setiap gue keinget janji-janji yang pernah gue bikin dulu sama Aryl, setiap gue denger ayam pilok gue ciak-ciak, setiap gue buka rak dvd terus nemu dvd notebook punya Aryl, setiap gue ditanya sama nyokap gue 'tumben sekarang gak pulang sama temennya yang di mandala', setiap gue inget kok bisa gue lancar ngomong 'aku kamu' ke Aryl padahal sama yang pacar gue dulu-dulu biasanya gak pernah bisa sedikitpun ngomong aku kamu kecuali di sms, setiap gue liat iklan sunsilk di tv yang ada "Ariel datang ke rumahmu cuma ada di dalam mimpi? Tidak lagi. Wujudkan mimpi indah dikunjungi Ariel di rumahmu!" rasanya pengen gue pecahin layar tv gue pake linggis, setiap gue liat tembok kamar gue di deket tempat tidur gue tulis nama Aryl, setiap gue buka history msn gue chat sama Aryl, setiap gue lakuin, ngedenger, ngeliat sesuatu yang ada hubungannya sama Aryl...
Gue lemes.
Gak bisa nangis.
Dan gue bener-bener bingung harus gimana.

Tuesday, December 1, 2009

Decemberain... My eyes is raining too...

He doesn't want me anymore.
He didn't actually say that, but that's what I got from the last time we talked.
We're not going to see each other anymore.
He said I deserve someone who can be there for me.
He's leaving me.
It would hurt a lot but at least it won't leave me hanging on.
We both know that sooner or later it will end.
Even from the start.

I just wish, he'd tell me that.
That we're no longer together because he doesn't want me anymore.
Simple, abrupt and plain truth.
That will crushed all the hope inside of me that we can still be together in the future.
The soonest I accept this, the sooner I'll move on.
For now I just want to be with sadness.

I guess what I am really wondering is, is there a chance of him coming around and wanting to be with me?
I am thinking that there is, but he isn't sure because of my fucking personality.
I need reassurance about this whole thing.
I hate some answers that my friends' gived are to leave him.

I love him so much, and I just don't want it to end.
I don't want any other guy, I don't want to let him go...

I really need to know, does he want to be with me like he said he loves me?

Are these signs that he doesn't want me anymore?

All I want to do now is to devoice.
I'm becoming depressed and feeling bad of myself all the time.
I'm not the happy girl I used to be, living like this makes me feel weak and sick.
I can't stop crying every so often.

Monday, November 30, 2009

Wake me up when November ends...

Here comes the rain again falling from the stars
Drenched in my pain again becoming who we are....