Pages - Menu

November 11, 2013

Tadi siang, di Kansas...

Gw: "Bang, good bye cappuccino-nya satu ya"
Abangnya: "........"
Gw: "..........."
Abangnya: "........"
Gw: "Maksudnya Good Day capuccino, bang."

November 9, 2013

New vs Old

Zelamat malam pemirsaaaaaaah yang budiman, berbudi dan beriman!
Gak kerasa nih udah mau abis aja tahun 2013.
Sekarang, kayaknya waktu udah gak berjalan lagi.
Waktu berlari. #saelah #kentut

Di awal tahun 2013, gw & Yogi (sahabat gw dari SD) sebenernya udah berniat mau jalan-jalan ke museum-museum di Jakarta.
Tapi gak sempet karena ina inu, & Yogi pun keburu pulang ke Surabaya (doski kuliah di sana).
Akhirnya, kami cuma sempet ke Monas.

Rencananya, sebelum 2013 berakhir, gw pengen banget ngelunasin semua resolusi yang di awal tahun pernah gw bikin.
Salah satunya ya jalan-jalan ke museum.

Teruzhhh, karena gw juga emang lagi pengen nyari suasana baru, gw berniat ganti nama & header blog.
Sebenernya kalo diinget-inget lagi, udah lama banget gw mainan blog.
Dari pertengahan 2008 sampe udah mau 2014.
Pas gw lagi bongkar-bongkar folder foto, gw baru inget dulu header pertama yang gw bikin tuh ini:
Enna Sui.
Iya! Iya! Emang alay banget! Sok-sok-an melesetin Anna Sui.
Mana slogannya "express my emotions". -___-
Tapi header ini gak berlangsung lama, cuma sekitar sebulan kayaknya.

Dulu (sampe sekarang sih), karena gw suka banget gambar-gambar yang bernuansa jadul, jadilah header ini di awal tahun 2009.
Dan waktu itu emang udah kepengen dengan nama blog "Whatever". Biar saik jaeee~

Tapi header ini juga cuma bertahan 1 hari karena kurang sreg & emang belom selesai juga; gw gak niat bikin.

Sampe akhirnya, di pertengahan tahun 2009, gw kepengen banget punya header yang di dalem tulisannya ada foto gw.
Wakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakak! #keselekbiji #bijiduren
Iya. Senarsis itu ya. Biarin deh.
Terus minta tolong Mutia buat mewujudkan ide gw tersebut.

(Foto harus gw hapus karena saat itu gw belum pake kerudung)

Dulu susah bray bikin beginian di sotosop bisa 3 jam.
Sekarang mah aplikasi di smartphone bisa bikin hal serupa dalam waktu sekejap saja! #huft

Terus, di bulan September 2009, gw ganti blog, ke blog yang sekarang ini.
Dan gw bikin sendiri header baru lagi.

Kalo yang ini emang masa dimana puncak-puncak kelabilan Ena Djuanda Cihuahua sedang berkobar di udara!
Nulis seenak jidat. Ngamuk kalo ada yang copy-paste tulisan/foto.
Sekarang mah kalo ada yang mau ambil tulisan/foto gw silahkan bae. Gak peduli, buaji~

Akhirnya, setelah bosen dengan kelabilan gw sendiri, sekitar bulan November 2011, gw ganti header lagi.
Dan ganti nama jadi Breathe Think Write.

Fyi aja, ini header dibikin di paint karena laptop gw waktu itu gak ada sotosop.
Nah, rencananya, sebelum 2014, gw mau ganti header lagi karena yang ini kayaknya terlalu mellow.
Tapi belum kepikiran mau ganti jadi apaan.
Terus, sebelum 2014, gw juga mau ngeluarin beberapa draft yang udah lama gw tulis.

Jadi, mari bantu gw berdoa semoga semua rencana-rencana kecil sebelum tahun baru ini bisa terpenuhi! :-)

October 17, 2013


About a month ago, I chose "Robot" as the topic for my process essay in writing class. 
You know it's kind of impossible for me to write all of these stuffs without helps from other people.
Actually, I was inspired by my favorite lecturer Mas Yudhi (IYS)'s notes on facebook, then I got some help to write the outline from Kak Mbe. And finally Miss Thera, my second favorite lecturer gave me some corrections to improve it.
So....................This is it!

October 16, 2013


Kalo diliat-liat lagi (auk sapa yang mau ngeliat), ini blog isinya gegalauan doang yes.
Seharusnya sih, kalaupun galau, kontennya tetep bisa & kudu berguna.
Kalo gak berguna, mendingan ditaro di draft aja atau sekalian di buku diari yang ada gembok ciliknya.

Nah... Maka dari itu, pemirsa...
Mulai hari ini, saya, Anisastrowardoyo, memutuskan untuk mulai nulis atau bagi-bagi tulisan yang bisa berguna bagi nusa dan bangsa yang juga turut didukung oleh nilai-nilai Pancasila dan keagungan semesta raya. #KEMUDIANMENCRETDICELANA

Udah, gitu doang. Gw yakin sih, kalo pengumuman macem begini nongol di mading sekolaan, pasti udah disobek-sobek sama siswa-siswi setempat buat dijadiin bungkus softex atau tempat gorengan!

October 14, 2013

A Mad Lover

I want nothing, but your presence.
Absence doesn't make the heart grow fonder.
Fuck that old proverb.
I want you, every now and then.
Wait. No. I typed it wrong.
I don't want to want you, every now and then.
I just realized that neither your presence nor your absence can free me from this severe pain.

October 12, 2013

The Worst Quote

Kata mutiara terkacau di orji jaman SD → "Hiduplah seperti lilin, rela dibakar guna menerangi kegelapan".
Now some people unconsciously sacrifice their lives setting on fire on themselves in the purpose of lightening others' darkness
...and then BAM! They forget the fact that it's slowly damaging their own existences.

October 6, 2013

Tai (episode 4)

Sebelum lo ngomong tai orang lain bau, pastiin kalo tai & mulut lo cukup wangi untuk ngomong kayak gitu.
To cut it short, mind your own shits, shit.

September 21, 2013


Bro, idup kalo cuma ngangguk-ngangguk & iya-iya aja sama apa yang orang lain bilang, apa gunanya?
Gak sekalian aja ngana berubah jadi anjing dasbor?

August 26, 2013

Dear, people...

I'm not going to ask you to walk on earth with my shoes, for I know that the size of everyone's feet is different.
But please...
Before you talk behind my back, make sure that you've seen what I've been facing in front of me.
That would be fair for us.

August 6, 2013

The Ones with The Door

Do you people still remember the analogy about a door I wrote several months ago? I failed to leave that door, so I, again, knocked it. Well, I finally didn't only knock it. I also entered the room. It was warm. It was tremendously warm there. But, many strangers came in. Each day the room was getting more crowded I wasn't able to breathe. Oh, please understand that it's not about me who forgot to lock the door. No! It's not my fault! It's because I don't have the key. So I guess it was a wise, a very wise decision to leave, no matter how pleasant the room was. And, you know what, as soon as I left the room, the door locked itself. The key was back. I just could see that from the distance and then I nodded. In the following days after leaving the door, do you know what I found? I found nothing. I asked everyone, "Where is the door???". And everyone was like, "What door?".  There has been no door around that place. It took more than a day until I realized that the door never really existed. It was all only in my mind. I was the one who built that imagination. "He is a world I gained and lost." Besides, all was set. The train is ready to go anyway. Goodbye.

July 31, 2013

Siggi & Her Story

This morning, when Mrs Sunny was still sleeping and hiding behind those fluffy blankets made of clouds, Siggi found herself crying.
It was very unusual that Siggi cried in the morning.
Every atom in the universe knew that her tears eventually belonged to the shade of Mr Moonlight.
As soon as Mrs Sunny woke up, Siggi wiped her tears and faked a very big smile on her face.
"You are never good at pretending. What's wrong?", asked Mrs Sunny

"I couldn't blow my candles. Uncle Windy has been bothering me since last night. I really wanna blow my candles before my rainbow cake gets rotten."
"What else?"
"This frenzy city is trying to kill me I know. I feigned ignorance but I get tired, really. I get really tired."
"What else?"
"I ran out of idea how to keep flying with only two wings. Too much weight on my back. I need more. Well, I honestly don't need it, but I want more."
"What else?"
"What do you mean by repeating that question all over again? I've answered it a couple of times! Wait... Now, it's three times! What do you want to know exactly?"
"Why do you keep going out with horses while you can fly with unicorns in paradise? Do you know that if you infrequently use your wings, you'll lose your ability to fly! Your wings will slowly vanish and you cannot go anywhere but to this disgusting earth!"
"Because I want to run with the horse I've met constantly since two years ago. That horse made me feel like I don't need my wings. Well, I guess I need it, but I want two more wings to be added to that horse's body, so that horse and I could ask Uncle Windy to blow us up to paradise and we could live there together and forever. But... On the second thought, I guess he doesn't need any wing. Neither do I need to move to my former home, the paradise. I'm happy enough to live in this world. Oh!!! Also, that horse smells like home and looks like paradise! So why should I move?"
"Because earlier you said that you're tired of this city, didn't you?"
"Definitely. I loathe this city. I loathe this money-hungry society. I want to live peacefully in a beautiful, tranquil place."
"Paradise, it is!!! Why are you still puzzled as if you were faced with no option? You can live in paradise. Uncle Windy won't be able to annoy you anymore there. You can blow your colorful candles and eat your rainbow cake every morning!"
"Go! Go, Siggi! Go! Move to paradise and be happy!"
"I know, I know. I know I'll be much happier there. I will go as well. But, not now. Not today."
"So, when?"
"I'll go when I'm 100% ready to live alone without that horse. And I'll find another tale, a very new tale, in paradise when I'm 100% ready to leave that horse alone without bringing even an inch of my memory in the past with that horse to my present and my future."
"When will it be? You tell me!"
"Tomorrow. I promise. Tomorrow."

July 16, 2013


Persetan dengan demokrasi dan hak asasi.
Nyatanya, sekarang, udah gak ada lagi yang menjunjung tinggi makna mengapa manusia memiliki satu mulut dan dua telinga.
"Supaya kita lebih banyak mendengar daripada berbicara", begitu kata guru fisika gw pas SMA.
Tapi di mana eksekusinya di kehidupan nyata?
Gak ada.

Sekarang, kinerja gendang telinga sudah dirusak oleh tiga perkara: harta, tahta, dan kuasa.

July 14, 2013

Stasiun UI

Sebelum baca postingan ini, buat para pendemo, lebih baik gak usah baca daripada gw bikin lo lo pada sakit hati karena gw males minta maaf untuk sesuatu yang gw rasa bener-bener aja. Yoi. Pretdut. Cupsmwaah.

Sebenernya mengenai kasus penggusuran toko-toko di stasiun UI, gw setuju.
Terus barusan aja gw nyari berita terkait, di Tempo.Co, begini kata ketua BEM UI, "Kami melakukan protes damai karena ini bukan penataan, tapi penggusuran, maknanya beda."
Mau judulnya penataan atau penggusuran, ya sama aja lah.
Semua toko itu pasti dirubuhin. Gimandose sih?

Makin kesini yang gw liat emang banyak mahasiswa yang kerjaannya demo mulu.
Pernah sore-sore gw pulang lewat stasiun, jauh sebelum ada isu penggusuran tralala-trilili itu, gw yang udah capek ngampus + udah lepek tapi tetep cakep, langsung dongkol banget pas ngeliat ada sekelompok mahasiswa UI, pake jakun pastinya, lagi ngerusuh di stasiun UI deket tukang ojek.
Beberapa ada yang lagi gelar kain putih sambil dipilok-pilok ditulis apalah gak jelas sambil ditandatanganin.
Beberapa ada yang kayak keracunan susu basi, diem berdiri sambil megangin karton yang ada tulisan-tulisannya.
Beberapa ada yang moto-motoin doang.
Nah, yang sebiji, yang bikin gw murka banget, tereak-tereak pake moncong toa ke kuping gw.

Ergh. Entah apaan yang dibela. Sore-sore pula. Siapa coba yang mau dengerin???

Kalo mau demo mah sana gih ke gedung DPR atau ke istana negara biar didenger sama presiden dan antek-anteknya.
Kalopun gak didenger ya paling enggak masuk tipi atau koran lah.
Kalo gak masuk tipi & koran juga, ya gak apa-apa lah, Allah Maha Mendengar kok.

Iya gw juga ngerti kalo pemerintah banyak salah sama rakyat karena (masalah paling krusial) korupsi dan tetek bengek lainnya.
Gw juga ngerti kalo kita harus ngebela korban-korban gak bersalah gara-gara pemerintahan Indonesia yang pada ngaco.
Tapi, dengan ngebela tuh bukan berarti segala sesuatunya yang berhubungan sama rakyat harus dibela.

Demo cuma buat marah-marah ke pemerintah yang katanya nggak ngerasain penderitaan kaum miskin.
Duh. Yaiyalah mana ada presiden yang gembel. Itu kenyataan, nyet. Presiden udah pasti kaya.
Gak usah ngimpi kalo presiden sama rakyat bisa sama-sama sejahtera.
Kecuali kalo lo idup di dunia dongeng sama Bona & Rong-Rong.

Kalo mau kaya, ya usaha.
Kalo mau gak miskin, ya kerja.
Begitu kan rumusnya?

Nah, itu pedagang-pedagang di stasiun UI kan udah kerja. Udah punya barang-barang buat dijual.
Apanya sih yang mau dibela? Apanya sih yang dipermasalahin?
Okelah si pedagang-pedagang pasti curhat kalo mereka sedih (beberapa udah nangis sampe ingusan) lapak mereka diambrukin.
Tapi ya emang begitu kan kalo mau tertib? Yang illegal ya dibikin legal, dipindahin ke lapak di Kober lainnya.
Jadi salah siapa nih? Salah PT KAI? Salah pedagang? Atau salah kumbang-kumbang di taman?

Udah bagus stasiun UI mau dirapihin, biar maju, biar bisa e-ticketing, biar gak nyampahin kertas yang dijegrek pake bolongan. 
Protes buat apa sih kalian ini wahai mahasiswa-mahasiswi berjaket kuning?

Lagian yang gw liat, pedagang-pedagang itu udah pindah ke toko daerah kober situ juga.
Mereka aja santai (kayaknya). Mahasiswa kok nyolotnya kayak abis disundut pake linggis panas.

Selesai protesnya. Sekarang sesi curhat.

Seminggu yang lalu pas mau beli tiket kereta ke Gondangdia, gw bayar pake uang 10000an karena tarifnya 8000.
Kembalian deh tuh 2000.
Eh pas gw mau cabut dari hadapan kaca berlobang, tiba-tiba si amang-amang dibalik kaca ngasih uang lagi 5000.
Gw sempet mikir muka gw hari itu terlalu melas sampe dikira kayak pengemis belom makan yang harus dikasih uang.
Gw, yang berhati mulia, pun bilang "Mas, kelebihan nih".
"Oh, emang tarif baru mba, jadi 5 stasiun pertama 2000, selebihnya nambah 500/stasiun".
"Oh... murah banget".
Tiba-tiba orang di belakang nepok pundak gw. Kirain mau ngajak main komunikata.
Taunya disuruh minggir karena gw bengong kelamaan & bikin ngantri zzz.

Sepanjang nunggu kereta, gw tetep mikir itu tarif terlalu murah.
Akh. Murah banget.
Udah gitu hari itu juga pertama kalinya gw pake e-ticketing. Wah keren. Keren. Keren.
Udah murah, pake e-ticketing, stasiun jadi lebih luas.

Jadi, kira-kira kabar mahasiswa-mahasisiwi berjaket kuning yang waktu itu demo tuh gimana ya sekarang?
Udah gak punya bahan buat diprotes lagi ya?
Kalo gak ada dan kalo kalian kangen tereak-tereak gak jelas, nih gw kasih usul.
Demoin aja pemerintah karena tarif angkot jarak dekat lebih mahal daripada harga tiket kereta api jarak jauh.
Biar kalian makin keren! Biar kalian bisa dianggap generasi muda yang kritis yang bisa merubah dunia!
Good luck, guys! Hihi.

Anisa Fajrina Djuanda, anak UI yang lagi nyindir anak UI.

July 7, 2013


When I was four or five, I thought I was gonna get married at the age of twenty. Haha! So silly.
It always pleases me to laugh at what I’ve done in the past.
Can you feel that, too?
That when you laugh at your past, you feel that you’re becoming a better person?
That when you laugh at your past, you see how stupid you were to cry over something that didn’t have big impacts to your future (well that future is now your present, right)?
That when you laugh at your past, you know how innocent you were to believe to hypocrites?
And you probably will feel like going to the Nobita’s bedroom, get in to his drawer, and meet yourself in the past to slap your own face and scream, “This won’t affect your future! Stop crying! Stop doing something useless! Get back to work and be happy!”
Have you ever felt that, too?
Because I, most of the time, have.

I’ve stopped regretting about something I’ve done in my past.
I prefer accepting it.

I’m officially 20 years old.
Without listening to Lily Allen’s song, I’ve already known that everybody is changing.

June 27, 2013

Filosofi Ayam & 26

Entah kenapa gw selalu percaya, ketika gw nulis sesuatu disaat gw lagi bahagia, perasaan bahagia itu bakal terus nempel sama tulisan gw.
Gw percaya, meskipun kondisi tokoh atau tempat yang ada di dalam cerita ini suatu saat nanti berubah, pasti bakal tetep ada sisa-sisa kebahagiaan yang bisa diicip-icip manis pas gw baca ulang lagi.
Jadi, yaudah, biarkan gw dan ke-norak-an gw merajai tulisan ini! Uyeah! *sampah!*

Pagi kemarin, Rabu, 26 Juni 2013, seperti biasa matahari terbit dari timur.
Burung-burung berkicauan. Kucing-kucing berlarian. Anai-anai berterbangan.
Ayam-ayam masih dijual sama tukang ayam ojek di komplek.
Sekilas info, gw sempet kepikiran kalo di dunia ini harus ada Hari Ayam.

Ayam tuh hidupnya berguna banget, nyet.
Bayangin aja...
Bulu ayam bisa dijadiin kemoceng.
Telor ayam bisa dimakan dalam bentuk telor dadar / telor ceplok / telor osang-oseng.
Daging ayam bisa dimakan dalam bentuk ayam goreng / ayam kalasan / ayam penyet / ayam keyepcih / ayam bakar.
Kulit ayam bisa dimakan dan rasanya nendang banget sampe babak belur lidah gw! #lebay #sorisori. Eh tapi serius enak banget! Apalagi kulit ayam keyepcih orijinal..... ughhh. Rasanya lebih nikmat daripada cipokan ama Justin Timberlake. #lebaylagi #sorisorilagi
Suara ayam bisa dijadiin alarm pagi.
Anak ayam yang masih piyik bisa dipilok warna-warni buat dijadiin peliharaan gemesh.
Bahkan tai ayam pun bisa dijadiin pupuk kompos.
Nah. Itu baru yang versi ayam bernafasnya aja. Belum yang versi benda mati.
Coba deh inget-inget lagi kalo yang masih sering lewat Puncak pas mau ke Bandung.
Pasti celengan-celengan tanah liat itu bentuknya ayam kan? Padahal bisa aja bentuk burung atau tomcat atau apa kek gitu.
Terus bahkan di zodiak Tionghoa, ada shio ayam.
Kalo di luar negeri, arah mata angin yang ada di atas rumah itu biasanya lambang ayam.
Kurang berguna apa coba si ayam.
Tapi mungkin kalo ayam-ayam itu ngerti bahasa manusia, mereka pasti keki kalo tau nama mereka dijadiin sebutan buat playboy/playgirl.
Huft. Mungkin di parallel universe, manusia tuh dikulitin sama ayam-ayam.
Suara manusia dipake buat bangunin ayam yang lagi bobo.
Terus para pengrajin ayam pada bikin celengan manusia buat naro uang receh mereka bakal beli beras. *yak mulai ngaco*
Yaudah gitu aja cerita tentang ayamnya.

Kita landjoet ke cerita awal, tentang 26 Juni 2013.

Diawali dengan (terpaksa) mandi jam 8 pagi karena kelas gw dimulai jam 08:27.
(Ini serius jarkoman bilangnya jam segini, auk apaan motivasinya!)
Nyampe kampus jam 09:08. Masuk kelas langsung duduk like a boss di depan dosen persis. Gak tau diri emang.
Dengan kepala super berat karena baru tidur kurang dari 3 jam, gw mengarungi lika-liku kuliah sampe jam 3 sore.
Sorenya hujan deras. Hujan angin. Wouuuushaaaaaaaaah. Gak penting.

Terus abis maghrib, harusnya belajar bareng.
Tapi karena Kambe badung lagi gak enak badan & gw juga masih pusing masuk angin, akhirnya...
Kami piknik!!!
Yaaaa gak naek vespa keliling kota sampai Binaria sih, tapi judulnya piknik!
(Definisi piknik di kepala Ena: bersenang-senang dan bersenang-senang dan bersenang-senang)

Piknik dimulai jam 7 malam.
Di piknik kali ini, gw emang agak pasif, gak banyak tingkah, lebih banyak nonton.
#1 Nontonin Kambe nyanyi sambil godek-godek kepala & goyang pinggul. Wah, seru!!!
#2 Nonton Monsters University!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Semua orang yang kenal gw pasti tau kalo gw suka banget sama Monsters Inc dari jamannya Obama masih perjaka.
Terus nonton deh tuh ngemper di bioskop, gelar tiker & makan bekel dari rantang. Yah, maklum, judulnya juga piknik.

Sedih lah gw pokoknya gak ada si Boo. Meskipun udah menduga sih karena di trailernya juga emang gak ada.
Boo yang paling gw suka banget dan gw belum punya bonekanya. :-(
Gw cuma punya boneka Mike & Sulley doang, itu pun belinya mesen dari Korea saking di Indonesia gak ada.
Ada sih boneka Sulley yang gw beli di Indonesia tapi mukanya benyek gitu kayak abis kalah tawuran.
Jadi, inti dari segala inti, harapan gw buat beli boneka Boo yang bisa bunyi itu pupus sudah.
Gak tau kapan lagi bakal ada Monsters Inc yang ketiga.

Tapi, dari segi cerita, Monsters University keren banget coy! Ceritanya bener-bener kayak kehidupan kuliah.
Ada geng cewe-cewe bersuara lengking yang ribet. Ada geng cowo-cowo gahar sok keren. Ada geng anak punk. Wah gemesh lah.
Tapi tetep untuk kali ini juara kegemeshan dipegang sama Mike yang masih piyik pake behel di awal cerita!

Ya pokoknya selama 2 jam nonton itu gw bahagia.

Tapi sebenernya, dari sebelum nonton pun gw udah bahagia karena gw hepi-hepi di Timezone.
Nah hepi-hepi kali ini agak beda.
Gw dulu kalo ke Timezone palingan main basket-basketan atau bowling-bowlingan atau tek-tok-tek-tokan (apalah itu namanya yang ada plastik ceper di semacem meja licin terus dimainin berdua sampe bunyi tekotoktekotok berisik)
Terus kemaren pas gw mau main basket, kata Kambe: "alay". Iya, alay. Lo gak salah baca dan gw gak salah nulis.
Alay, coba??? Apanya yang alay sih dari main basket???
Kecuali kalo mainnya sembari pake topi tulisan Billabonk + baju motif tribal + celana motif macan, iya mungkin alay.
Lah, ini? Jelas-jelas mainnya dingin (baca: di ruangan ber-AC) udah gitu bolanya ada banyak gak perlu rebutan.
Alay dari mana sih. Huft. Gak paham gw.

Terus akhirnya, gw diajak Kambe buat nyobain mainan judi di Timezone.
Diawali dengan, sebut saja, aquarium zina.
Cukup gesekin kartu Timezone sekali dengan tarif sekitar 5000rupiah, abis itu nanti bakal ada bola keluar dari pipa, terus bolanya bakal gegelindingan kesana-kemari sampe akhirnya nyemplung di satu lobang.
Lobangnya ada banyak. Di atas lobangnya ada tulisan berapa tiket yang bakal kita dapet kalo nanti masuk ke sana.
Terus Kambe main. Bola dia nyemplung di lobang "1", "5", "15".
Ah pokoknya jelek lah hahaha.
Terus gw main. Awalnya nyemplung di angka-angka kecil juga. Pas kedua atau ketiga kali, nyemplung di lobang "50".
Srooooot srooooooooot sroooooooottttt tiket Timezone-nya keluar dari mesin. Wush panjang banget pokoknya!
Udah kan tuh, nyobain permainan judi lagi hampir semuanya dicoba. *ngomong apasih*
Sampe akhirnya, Kambe bilang, "Udah kita main di tempat bola tadi aja, Na, keberuntungan lo disitu!"
Yaudah, balik lagi ke mainan aquarium zina itu.
Terus si Kambe main kan, ya tetep aja angkanya nyemplung di lobang-lobang biasa.
Pas gw main, bolanya, dengan kuasa Jin & Setan yang lagi seneng dapet temen baru macem gw, nyemplung di satu lobang...
Gw lupa tulisannya apa. Pokoknya gak ada tulisan angkanya. Gw sama Kambe, "Ih dapet berapa nih?"
Eh gak taunya, ada tulisan digital kan di dalam aquarium zina, nah pas tiketnya keluar, angkanya semakin berkurang.
Yang artinya, gw bakal dapetin tiket sebanyak angka yang tertera di layar kaca anda. *apaan!*
Tebak dong angkanya berapa???
HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA. Gw (dan para setan) pun tertawa bahagia.
Si Kambe yang katanya emang doyan berjudi, cuma bisa tertegun sambil nyilet-nyilet tangan.
Kalimat yang keluar dari mulut gw saat itu cuma: "Indahnya Berjudi".
Yah, sekilas kedengerannya nyerempet-nyerempet dikit lah sama tagline sirop marjan kalo lagi bulan puasa.

Dari hasil perjudian itu, terkumpullah 334 tiket.
250 tiketnya dituker sama boneka gajah janda. Sisanya buat bola bekel & teh botol.

Kambe: "Ini bonekanya namanya siapa?"
Gw: "Hmmmm... kasih nama apa ya?"
Kambe: ".....................................................................Judith".

Gw, tanpa berpikir panjang (karena saraf-saraf di otak gw juga emang pendek), langsung setuju sama "Judith".

So lying underneath those stormy skies / She said oh-oh-oh-oh-oh-oh / I know the sun must set to rise / This could be para- para- paradise / Para- para- paradise ~

Sekian cerita membahagiakan di tanggal 26! Semoga rasa bahagia ini gak luntur sampe kebahagiaan lain menghampiri!
Adios~ Amigos~ Semoga bisa ada Hari Ayam Tai Kompos~

June 9, 2013


Morning is the only time when people are busy tweeting about some quotes to motivate other people about how to start the day.
Morning is the only time when my cats, after withstanding their hunger through the night, are meowing without pauses.
Morning is the only time when a cup of coffee or tea tastes scrummier than they normally do at other times.
Morning is the only time when bicycles are not ridden by children, but newspaper delivery men.
Morning is the only time when the biggest gravitation in the earth is between human’s body and their bed.
Morning is the only time when I’m in the midst of collecting my sweet dreams and getting rid of my nightmares.
Morning is the only time when I know that missing the presence of someone I don’t own can cause emotional pain, like, all day.

June 8, 2013

Tai (episode 3)

Jangan harap gw bakal ngebuka diri gw lagi buat lo kayak yang biasanya gw lakuin ketika lo datang dan pergi sesuka hati.
Gw ini bukan toilet sekolah yang bisa lo datengin tanpa basa-basi ketika toilet-toilet lain lagi mampet dan lo gak tau mau buang tai lo kemana.
Sebenernya, yang membuat gw sangat sangat sangat muak bukanlah karena tai-tai yang lo lemparin ke muka gw, tapi karena sikap lo yang berpura-pura seolah-olah lo gak pernah membuang apapun di sini, di hidup gw.
Dan lebih parahnya lagi, kepura-puraan lo itu sama bau-nya dengan tumpukan segambreng tai-tai di tank truk sedot tinja yang biasa lewat di komplek rumah gw.
Gw bisa cium kepura-puraan lo.
Jadi, berhentilah berpura-pura.

May 31, 2013


You're always trying to bury it deep down so that no one can smell it.
But I saw you.
I saw you digging that hole.

May 30, 2013


It's not about how hard the raindrops fall into the ground.
It's more about how they tend to find some ways to go along the tracks even though somehow and someday they know they will fall again.

May 28, 2013

Kalo kemarin-kemarin hati gw dihajar abis-abisan buat belajar ‘ikhlas’, hari ini ‘memaafkan’ resmi masuk kategori mata pelajaran yang harus gw ambil biar bisa lulus jadi manusia dengan gelar sarjana berhati baja.
Gw udah ikhlas ngeliat beberapa orang pergi diam-diam walaupun sebenernya gw juga bisa kalo gw mau.
Tapi entah kenapa gw lebih memilih untuk ditinggalkan daripada meninggalkan.
Dan untuk kali ini, kalaupun seandainya gw harus nyerahin perkara ‘memaafkan’ ini ke waktu, gw yakin waktu juga gak mau diajak kompromi.

May 14, 2013


image search: tumblr

I re-blogged this picture for you all (most importantly for Indonesians) who are very much against gay marriage.
Well, two friends of mine are gays.
And they are so nice that I promise myself I won’t ask God any other happiness than being surrounded by nice people.

May 12, 2013


Kurang dari 2 bulan lagi gw bakal jadi anggota paguyuban manusia-manusia berkepala dua. Banyak hal yang mau gw capai, dari mulai hal-hal sepele, sampe hal-hal yang agak gak realistis tapi gw tetep optimis.

Jadi gini, meskipun nama gw Anisa Fajrina yang jelas-jelas diambil dari surat An-Nisa dan Al-Fajr di Al-Qur’an, sejujurnya, gw bukan tipe anak solehah yang rajin mengaji ataupun solat lima waktu setiap hari.
Tapi gw juga gak bejat-bejat amat dan masih mikirin akhirat.
Nah, sebelum umur gw 20 tahun, gw punya misi buat khatam Al-Qur’an.
Lebih pengennya lagi gw bisa hafal surat An-Nisa & Al-Fajr, biar kalo lagi di bus ketemu cowok kece, gw bisa pamer ala-ala Maria di Ayat-Ayat Cinta, “Fahri, aku hafal surat Maryam".
(Kemudian tadarusan di dalam bus sambil bagiin amplop).

Hal lain yang mau gw capai ya lumayan nyeni: teater & fotografi.
Dan ternyata, gw baru sadar, selain masih susah bedain mana ketoprak mana lontong sayur, gw juga emang anaknya susah banget bagi waktu.

(Intermezzo dikit, gw jadi keinget cerita tentang si Mando. Doi gak bisa bedain mana Logan Lerman mana Morgan Freeman! Hahahaha!)

Buat sekarang-sekarang ini, itu aja yang mau gw capai.
Walau halangan rintangan semakin panjang membentang, tak jadi masalah dan takkan jadi beban pikiran.

May 4, 2013

"Kak Ena kan kakak aku."

That was the sweetest confession of a boy I’ve been acquainted with. I almost shed tears.
That was even sweeter than million sticks of cotton candy. I wanted to shriek.
All my family members & my close friends know I’ve at all times desired to have a younger sister or brother.
And last night, a 13-year-old boy pronounced me as his sister.
I’m really happy.

Thank you, Iki.

May 3, 2013


Children are wonderful.
I love their innocence.
I love their honesty.
I love the way they love what they love and hate what they hate.
I love the way they forgive their foes easily.
I love the way they laugh and cry.
I love the way they want to learn everything with no arrogance or sheepishness.
I love the way their toys are very well-treated despite the fact that they can buy a better one in the store.
I love their eyes.
I love their sincere words.
I love their confused face when they tie their shoes.
I love the way they dance when they hear amusing music.
I love the way they talk to strangers.
I love children.

Children are wonderful.
When they are very sad, they cry. When they are very happy, they smile or laugh or jump.
Adults are hypocrites.
When they are very sad, they make an effort to smile. When they are very happy, they cry.

May 1, 2013

The One with The Door

image search: tumblr

Well, this analogy reminds me of the similar one I made (26/02/2013) for someone I adore:
It’s been a year I’ve knocked a door. Just one door. But it was always closed and locked. Now it is open and the key has gone.
But I’ve been too tired of being in a constant anguish. So, I just let that opened-door open. And I leave… with a new hope that someday I’ll find another great door.

After seeing this picture, to be honest, I’m really ashamed of my own thoughts.
The idea of [errrr…] loving someone should not have been as simple as knocking a shut door.
Once ones fall in love, they have to be more single-hearted I believe.
And whoever made this analogy, thank you.
Though today is not someday, at least that one day has arrived in my life.

P.S.: I’m gonna constantly wear my sunglasses and bikini now! It’s summer time, no?

April 27, 2013


sssst… dan ku tau kau tak pernah bilang gila / dan tak pernah kau ku tau bilang gila / namun kau tak juga pernah bilang gila / tak kan pernah / tak kan pernah hilang jiwa // di antara sejumlah bilang yang menggila / di samping kawan / jangan kau buang yang merasakan berjiwa / di samping lawan // dan sekarang semua rasa sudah gila / dan gila pun merasakan punya jiwa / namun kau tak pernah juga bilang gila / tak kan pernah tak kan pernah hilang gila // dan ku harap menjadi bagianmu / ku bisa gila tak berharap / dan ku harap menjadi harapanmu / ku bisa gilaaa ////

26 / 04 / 2013
Mata disuguhin sama kerennya bulan yang udah nangkring-nangkring lucu di atas langit.
Kuping dihibur sama lagu-lagu Karolina.
Hati dibikin seneng sama penampilan Hamba Allah.
Seluruh anggota tubuh dibikin histeris sama aksi panggung Sheila On 7, ditambah kembang api di lagu Kita & Sebuah Kisah Klasik.
Bukan cuma itu, setelah capek nyanyi dan berdiri, tiba-tiba diputerin lagu Sssst dari Sore.
Komplit! Tepuk tangan yang banyak buat acara Sinofest!

April 23, 2013

Tai (episode 2)

"Yang pertama harus lo lakuin ya lo harus terima kenyataan dulu kalo lo disakitin orang.
Akuin aja lo emang sakit hati & ancur.
Gak usah nanya-nanya "kenapa sih dia gini, kenapa sih dia gitu".
Dia gak berkelakuan seperti yang lo mau?
Yaudah telen aja bulet-bulet.
Abis itu lo buang jadi tai."
ceramah pahit by Nadila Dara Adani

April 22, 2013


Gw lebih milih dibenci dan dicaci, daripada pura-pura dicintai.

April 6, 2013

Ya Allah

Ya Allah, adakah yang lebih menyedihkan dan menyakitkan daripada kentut yang tiba-tiba berhembus dari anus ketika hambamu ini sedang solat di rakaat terakhir?

March 26, 2013


Tiap lagi rebahan di kasur suka mikir.....
Kesian juga ya takdir kecoa yang kalo terlentang bentar aja langsung mokat...

February 17, 2013

Aku Selalu Bilang

Aku selalu bilang, Tuhan menciptakan segala sesuatunya sepasang
Aku selalu bilang, jika ada yang pergi maka yang lain akan datang
Aku selalu bilang, yakinlah pada diri sendiri, jangan dengarkan kata orang
Aku selalu bilang, kebahagiaan tidak pernah dijual oleh para pedagang
Aku selalu bilang, hidup ini singkat, waktu jangan dibuang-buang
Aku selalu bilang, buat apa sedih jika pilihan lain adalah senang

Aku sangat percaya pada apa yang aku selalu bilang
Pada kepercayaan yang aku tanam sendiri menjadi sebuah pohon tanpa cabang
Kepercayaan yang berdiri kokoh di atas tanah yang tidak akan pernah diinjak-injak orang

January 2, 2013

Masuk Sastra Mau Jadi Apa?

Kalimat “Masuk Sastra Mau Jadi Apa?” adalah kalimat yang sangat sering singgah di kuping saya saat saya masih SMA. Sejak kelas 11, Sastra Inggris adalah satu-satunya jurusan yang saya damba-dambakan. Saya bahkan sampai, dengan noraknya, nulis di bio twitter saya “Sastra Inggris UI 2011″. Kalo pertanyaannya “Kenapa Sastra Inggris?”, dengan singkat saya bakal jawab “Karena saya suka Bahasa Inggris”. Bagi sebagian orang, mungkin itu jawaban ter-gak-intelek yang pernah ada. Tapi bagi saya, pemikiran sebagian orang itulah yang gak intelek :)

Mungkin percakapan singkat di bawah ini bisa ngasih sedikit gambaran tentang kemana tulisan ini akan saya bawa:
Tante-tante: Denger-denger kamu udah masuk kuliah ya? Masuk mana?
Anak-Yang-Si-Tante-Tante-Denger-Baru-Masuk-Kuliah: Wah iya nih tante, aku alhamdulillah masuk FKUI.
Tante-tante: Waaaah kamu pinter banget, emang deh ya buah jatuh nggak jauh dari pohonnya hihihi
Bapaknya-Si-Anak-FKUI: Hihihihi
Tante-tante: Hahahihihhihehuehuehiehkhdoshfjksbdkajgrbhuhewgvrbh

Di lain sisi…
Tante-tante: Denger-denger kamu udah masuk kuliah ya? Masuk mana?
Anak-Yang-Si-Tante-Tante-Denger-Baru-Masuk-Kuliah: Wah iya nih tante, aku alhamdulillah masuk Sastra Inggris UI.
Tante-tante: Oh.

And that’s the end of the story.
Mungkin, bagi sebagian orang, Fakultas Kedokteran adalah Fakultas Ter-WOW se-dunia perkuliahan. Tapi sayangnya, tidak untuk saya. Saya gak punya maksud untuk menjelek-jelekan fakultas tersebut. Yang saya tekankan disini adalah bagaimana cara pandang orang-orang mengenai cita-cita orang lain.

Benar adanya bahwa passing grade tertinggi di kuliah adalah Fakultas Kedokteran. Yang artinya butuh tenaga dan mental yang kuat buat ngadepin SNMPTN/SIMAK (atau katanya sekarang cuma pake nilai rapot, gonna criticize it later!). Tapi, bukan berarti karena adanya passing grade itu kita jadi membatasi mimpi kita sendiri atau lebih parahnya mimpi orang lain. Mungkin banyak ibu-ibu atau bapak-bapak yang menginginkan anaknya untuk jadi orang sukses. Nah, definisi orang sukses inilah yang akhirnya membawa pola pikir “Orang sukses itu ya contohnya dokter, insinyur, direktur, menteri”. Bagi saya pribadi, orang sukses bukanlah orang yang mempunyai gaji atau jabatan yang besar. Orang sukses adalah orang yang bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan, berdasarkan usaha mereka tanpa mengeluh, dan mereka memilih cita-cita atau profesi tersebut karena mereka menyukainya dan mereka bisa melakukannya dengan senang.

Kalo kita mengeluh saat melakukan sesuatu atau ingin mencapai sesuatu, itu tandanya kita nggak sepenuh hati menyukai hal tersebut. Lalu, untuk apa kita mencapai atau mengerjakan sesuatu yang nggak kita suka? Don’t you think it’s just wasting our times? Balik lagi ke statement pertama saya, saya mau masuk Sastra Inggris karena saya suka Bahasa Inggris. Karena setiap saya belajar, nonton film, denger dan nyanyi lagu, baca buku yang berbahasa Inggris, saya senang. Yes, it’s just as simple as that.

Masih mengenai jurusan kuliah, ada banyak sekali teman saya yang memilih jurusan untuk kuliah berdasarkan hasil Try Out mereka. Menurut saya, itu adalah hal paling menyedihkan yang pernah ada.

Benar adanya bahwa selain mengejar mimpi-mimpi, kita juga harus mengukur kemampuan kita. Tapi, bukan berarti nilai-nilai Try Out itu bisa mengontrol mimpi kita. Saya bisa menulis seperti ini bukan karena saya pintar atau nilai Try Out saya selalu di atas rata-rata. Saya hanya sedih melihat teman saya yang pada akhirnya tidak memilih jurusan Hubungan Internasional bukan karena dia gak mampu ngedapetin jurusan itu, tapi karena tekanan dari dalam dirinya sendiri yang mengatakan bahwa hasil-hasil Try Out-nya telah membuktikan kalo dia gak mampu ngedapetin itu bahkan sebelum kesempatan itu mampir di hidupnya. Lebih parahnya lagi, (ini saya denger sendiri), guru pembimbing di les bimbelnya bilang “nilai kamu kurang untuk masuk HI, mendingan kamu pilih yang passing grade-nya lebih rendah supaya aman”. That was the saddest thing I’ve ever heard from a teacher’s mouth. Seharusnya seorang guru mendukung murid-muridnya untuk dapetin apa yang mereka mau. Bukan justru membatasinya dengan asumsi-asumsi negatif ’kamu gak bisa dapetin blablabla’ atau bahkan menyarankan untuk, secara tidak langsung, mengubah mimpi mereka.

Saya sendiri udah ngelewatin banyak hal untuk ngedapetin yang saya mau dan tetap bertahan pada pilihan yang saya buat. Saya sekarang kuliah di Sastra Inggris UI, bulan depan masuk semester empat. Saya sangat bersyukur saya masuk Sastra Inggris. Lagi-lagi karena saya suka belajar Bahasa Inggris dan saya punya teman-teman yang juga suka belajar Bahasa Inggris. Banyak hal yang mau saya ceritakan ke teman-teman SMA saya mengenai kuliah saya yang sangat menyenangkan. Tapi, sayangnya, biasanya saat reuni sama teman-teman SMA, hal pertama yang mereka tanya itu “Kuliah di Sastra Inggris belajar apa aja sih? Bahasa Inggris doang?” atau “Emang kalo udah kuliah di Sastra, nanti lulusnya mau jadi apa?”

Awalnya, saya sakit hati banget kalo disinggung-singgung sama pertanyaan-pertanyaan itu sampe bingung mau jawab apa. Bukan bingung karena gak tau lulusnya mau jadi apa, tapi bingung kenapa orang bisa memandang serendah itu ke sesuatu yang saya suka.

Kuliah di Sastra Inggris itu ya belajar banyak, sejauh ini, ini mata kuliah wajib di Sastra Inggris yang udah saya pelajarin:

Bahasa Inggris I, II, III (Grammar, Reading, Listening & Speaking, Writing), Pengantar Kesusastraan Inggris (Puisi, Prosa, Teater), Fonetik dan Fonologi, Pengkajian Teks Sastra Inggris (Puisi, Prosa, Teater), Semantik dan Pragmatik, Pengantar Filsafat dan Pemikiran Modern, Perkembangan Kebudayaan dan Kesusastraan Amerika, Perkembangan Kebudayaan dan Kesusastraan Inggris.

Masih banyak mata kuliah wajib fakultas/universitas dan mata kuliah pilihan yang saya ambil yang kayaknya kalo saya tulis semua juga gak guna hahaha. Intinya, saya nggak belajar Bahasa Inggris DOANG, kan?

Dan untuk ngejawab pertanyaan yang kedua, “Masuk Sastra Mau Jadi Apa?”, ya kalo saya sih mau jadi guru. Saya mau bikin sekolah buat anak-anak jalanan dan sekolah swasta. Kalo temen saya, ada yang mau jadi duta lingkungan hidup. Ada yang mau jadi fashion designer. Ada yang mau jadi sutradara. Ada yang mau jadi rockstar.

Mungkin banyak yang ketawa kalo denger ada yang mau jadi rockstar. Tapi satu quote yang harus saya tulis disini yang bisa menjadi pedoman hidup buat yang setuju: DON’T LAUGH AT PEOPLE’S DREAMS.

People have a right to choose their own dreams.

Tugas orang lain di sekitarnya itu ya memberikan dukungan dan energi positif :)

Benar adanya bahwa saya hanya mahasiswi semester 3 yang belum mempunyai pengalaman di dunia kerja dan mungkin sebagian orang menganggap tulisan ini cuma ’sotoy-sotoynya’ saya aja. Tapi yang penting dan yang mau saya tekankan disini adalah bahwa sudah seharusnya kita memilih apa yang kita suka bukan karena pandangan orang lain tentang apa yang kita pilih.

One night, sutradara teater saya pernah bilang, “DO IT WITH LOVE OR DO NOTHING AT ALL”.

Ada satu lagi quote yang saya suka banget nemu di Tumblr:
This is your life. Do what you love, and do it often. If you don’t like something, change it. If you don’t like your job, quit. If you don’t have enough time, stop watching TV. If you are looking for the love of your life, stop; they will be waiting for you when you start doing things you love. Stop over analyzing, life is simple. All emotions are beautiful. When you eat, appreciate every last bite. Open your mind, arms, and heart to new things and people, we are united in our differences. Ask the next person you see what their passion is, and share your inspiring dream with them. Travel often; getting lost will help you find yourself. Some opportunities only come once; seize them. Life is about the people you meet and the things you create with them, so go out and start creating. Live your dream, and wear your passion.

Dan ini quote bikinan saya sendiri, salah satu kalimatnya hasil colongan lagu favorit saya hehe.
Life is short. Let it be. Be happy.

P.S. : Semoga tulisan saya bisa berguna buat murid-murid/orang tua murid SMA yang masih bingung mau nentuin jurusan apa, atau untuk mereka yang ragu mau masuk Sastra, atau untuk mereka yang belum tau mau ngebawa masa depannya kemana. Cheerio, people!

Tulisan di atas itu tulisan gw di Kompasiana
Btw, liburan kuliah udah dimulai nih. Sebulan, coy.
Sambil nunggu nilai-nilai muncul di SIAK, ada baiknya gw tidur, makan, nonton dvd, main laptop, bbman sampe jempol pegel,  olahraga!